UNZAH Genggong dan IAHN Mpu Kuturan Bali Perkuat Moderasi Beragama Melalui Penandatanganan MoU dan Kuliah Tamu

Bali, 14 Mei 2026 – Universitas Islam Zainul Hasan Genggong atau UNZAH Genggong kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi yang inklusif dan toleran melalui kerja sama lintas agama bersama Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan. Kegiatan tersebut diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus kuliah tamu bertema “Materi Kebangsaan dalam Konteks Moderasi Beragama” yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026 di Gedung Rektorat dan Fakultas Dharma Acarya IAHN Mpu Kuturan Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah UNZAH Genggong ini melibatkan lima program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah serta empat program studi Fakultas Dharma Acarya IAHN Mpu Kuturan Bali. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Bali, dekan, wakil dekan, kaprodi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari kedua institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNZAH Genggong, Dr. Ahmad Khumaidi menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik lintas budaya dan agama.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun hubungan kelembagaan yang produktif, kolaboratif, dan berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan tinggi serta penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Bali, Dr. I Nyoman Miarta Putra menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun bersama UNZAH Genggong. Menurutnya, kolaborasi antar perguruan tinggi lintas agama sangat penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Dalam sesi kuliah tamu, Dr. Ahmad Khumaidi menyampaikan materi tentang pentingnya moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang moderat, toleran, anti-radikalisme, dan mampu menjaga persatuan bangsa.

“Melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan kerja sama antar fakultas serta program studi ini, kedua belah pihak diharapkan dapat melaksanakan berbagai program bersama, seperti seminar akademik, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta kegiatan penguatan moderasi beragama yang mendukung terciptanya kehidupan kampus yang harmonis, toleran, dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antar kaprodi dari kedua institusi. Diskusi tersebut membahas peluang kerja sama akademik, pengembangan penelitian bersama, serta implementasi program moderasi beragama berbasis kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, UNZAH Genggong berharap dapat terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.

📌 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UNZAH Genggong Probolinggo (Klik disini)

📲 Ikuti Media Sosial Resmi:
🌐 Website (Klik disini)
▶️ YouTube (Klik disini)
📸 Instagram (Klik disini)
📘 Facebook (Klik disini)
🎵 TikTok (Klik disini)
💼 LinkedIn (Klik disini)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top