
Nun Hassan Ahsan Malik Paparkan Nilai Satlogi Santri dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Unzah Genggong
Probolinggo, 20 Agustus 2026 — Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Kamis, 20 Agustus 2026. Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan mengenai Satlogi Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang disampaikan oleh Nun Hassan Ahsan Malik.
Dalam pemaparannya, Nun Hassan Ahsan Malik menjelaskan bahwa Satlogi Santri merupakan nilai-nilai yang menjadi pedoman penting bagi santri dalam membentuk karakter, baik dalam kehidupan pesantren maupun ketika memasuki lingkungan akademik dan kemahasiswaan.
Satlogi Santri yang terdiri atas Sopan, Ajeg, Nasehat, Taqwallah, Ridhallah, dan Ikhlas Lillahi Ta’ala dapat dipahami sebagai seperangkat nilai karakter yang membimbing seseorang agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan, kedisiplinan, hubungan sosial, ketakwaan, kerelaan menerima ketentuan Allah, serta keikhlasan dalam beramal.
Nilai Sopan mengajarkan pentingnya menjaga adab dan etika dalam berinteraksi dengan sesama. Bagi mahasiswa, sikap sopan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, maupun masyarakat.
Sementara itu, Ajeg menekankan sikap konsisten, teguh, dan disiplin dalam menjalankan tanggung jawab. Nilai ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalani proses pendidikan dengan kesungguhan dan ketekunan.
Nilai Nasehat mengajarkan pentingnya saling mengingatkan dalam kebaikan. Dalam kehidupan akademik, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui budaya saling mendukung, memberikan masukan yang membangun, serta menjaga kepedulian terhadap sesama.
Selanjutnya, Taqwallah menjadi landasan spiritual yang mengarahkan setiap aktivitas agar senantiasa berorientasi kepada ketakwaan kepada Allah SWT. Kegiatan belajar dan pengembangan diri tidak hanya dipandang sebagai upaya memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah.
Adapun Ridhallah mengajarkan sikap menerima dan meridhai ketentuan Allah SWT dengan penuh keyakinan. Nilai ini mendorong seseorang untuk tetap berusaha secara maksimal sekaligus memiliki keteguhan hati dalam menghadapi berbagai keadaan.
Sedangkan Ikhlas Lillahi Ta’ala menjadi pengingat bahwa setiap amal dan perjuangan hendaknya dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Dengan keikhlasan, proses menuntut ilmu diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian duniawi, tetapi juga memiliki nilai ibadah.
Nun Hassan Ahsan Malik menekankan bahwa Satlogi Santri bukan sekadar rangkaian semboyan, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat pada diri mahasiswa UNZAH Genggong dalam menjalani kehidupan akademik, berorganisasi, bermasyarakat, dan mengabdi kepada agama serta bangsa.
Pemaparan Satlogi Santri dalam rangkaian PBAK tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas dan nilai-nilai yang menjadi pijakan kehidupan sivitas akademika UNZAH Genggong. Dengan memahami dan mengamalkan Satlogi Santri, mahasiswa diharapkan mampu menjadi insan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, ketakwaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah.



📌 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UNZAH Genggong Probolinggo (Klik disini)
📲 Ikuti Media Sosial Resmi:
🌐 Website (Klik disini)
▶️ YouTube (Klik disini)
📸 Instagram (Klik disini)
📘 Facebook (Klik disini)
🎵 TikTok (Klik disini)
💼 LinkedIn (Klik disini)
