
Probolinggo, 20 Januari 2026 – UNZAH Genggong terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) melalui kolaborasi strategis bersama Satuan Tugas Kaderisasi PCNU Kraksaan. Sinergi ini menjadi langkah konkret untuk menyiapkan kader NU yang berintegritas, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman, khususnya di wilayah Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo.
Kolaborasi ini melibatkan langsung Rektor UNZAH Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abd. Aziz, B.A., M.Ag. bersama jajaran pimpinan kampus dan Satgas Kaderisasi PCNU Kraksaan. Mereka merancang program kaderisasi berkelanjutan yang terintegrasi dengan aktivitas akademik, keorganisasian, dan pengabdian masyarakat.
Peran Kampus dalam Kaderisasi NU
Sebagai perguruan tinggi Islam di lingkungan Nahdlatul Ulama, UNZAH Genggong memiliki peran strategis dalam mencetak kader intelektual NU. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Rektor UNZAH Genggong menegaskan bahwa kampus harus menjadi motor penggerak kaderisasi NU berbasis keilmuan dan nilai keislaman. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa mendapatkan pembinaan yang seimbang antara akademik, kepemimpinan, dan penguatan ideologi ke-NU-an.
Sinergi dengan Satgas Kaderisasi PCNU Kraksaan
Satgas Kaderisasi PCNU Kraksaan berperan aktif dalam menyusun pola kaderisasi yang sistematis dan berjenjang. Program yang dirancang mencakup pelatihan kepemimpinan, penguatan wawasan ke-NU-an, serta pendampingan kader muda di lingkungan kampus dan masyarakat.
Kolaborasi ini juga membuka ruang komunikasi intensif antara kampus dan struktur NU di tingkat cabang. Dengan sinergi tersebut, kaderisasi NU berjalan selaras dengan kebutuhan organisasi dan dinamika sosial di Kraksaan dan sekitarnya.
Penguatan Kader Mahasiswa NU
Mahasiswa UNZAH Genggong menjadi sasaran utama program ini. Kampus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan, badan otonom NU, serta kegiatan sosial keagamaan. Pendekatan ini membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.
Melalui kaderisasi yang terarah, mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai NU, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sejalan dengan visi NU dalam menjaga Islam moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
Dampak Jangka Panjang bagi NU
Kolaborasi antara UNZAH Genggong dan Satgas Kaderisasi PCNU Kraksaan diharapkan melahirkan kader NU yang siap mengisi ruang strategis, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun keagamaan. Kader yang lahir dari lingkungan kampus memiliki keunggulan intelektual dan kemampuan adaptasi yang kuat.
Sinergi ini juga memperkuat posisi NU sebagai pilar penting dalam keberlanjutan organisasi. Dengan kaderisasi yang solid, NU di tingkat lokal maupun nasional akan semakin kokoh.
Kolaborasi UNZAH Genggong dan Satgas Kaderisasi PCNU Kraksaan menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan. Langkah ini memperkuat kaderisasi NU secara terstruktur dan berkelanjutan, khususnya di Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak kader NU yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.
