
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Zainul Hasan Genggong (UNZAH Genggong) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Muhammad Hafil Mangkudilaga, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), berhasil lolos kurasi Antologi Puisi Temu Karya Serumpun 2025 yang diikuti penyair dari berbagai negara Asia Tenggara.
Acara sastra bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Sastra Timur Jawa ini mengangkat tema “Semesta Ingatan: Trauma dan Imaji Kebebasan.” Sebanyak 1.146 judul puisi dari 380 penyair dikirimkan dari enam negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Patani (Thailand), dan Timor Leste. Setelah melalui proses seleksi ketat oleh para kurator ternama seperti Akhmad Taufiq, Acep Zamzam Noor, dan Mashuri, hanya 370 puisi dari 253 penyair yang berhasil masuk dalam antologi tersebut.
Salah satu penyair terpilih adalah Muhammad Hafil Mangkudilaga, yang mewakili regional Timur Jawa. Puisinya dinilai memiliki kekuatan tematik dan kedalaman spiritual yang merepresentasikan identitas santri dan intelektual muda dari Probolinggo.
“Kami mendapati banyak puisi kuat dari berbagai latar budaya dan pengalaman. Bahkan ada penyair luar negeri yang menulis dalam Bahasa Indonesia. Ini membuktikan betapa sastra dapat menyatukan ruang dan identitas,”
— ujar Acep Zamzam Noor, kurator.
Penyerahan sertifikat dan penghargaan dilakukan dalam acara Temu Karya Serumpun 2025 di Jember pada 25–26 Oktober 2025. Seluruh penyair yang lolos kurasi memperoleh buku antologi, sertifikat, serta fasilitas akomodasi dan konsumsi selama kegiatan.
Rektor UNZAH Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH, CHT, BA, M.Ag, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UNZAH tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menorehkan karya bermutu di tingkat internasional. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana, Dr. H. Imam Bukhori, S.Hum., M.Pd.I., menambahkan bahwa dunia sastra merupakan bagian dari ekspresi keilmuan Islam yang humanis.
“Muhammad Hafil menunjukkan bahwa mahasiswa Pascasarjana bisa menjadi pelopor literasi spiritual dan budaya di tingkat regional maupun global.”
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Ainur Rofiq Sofa, M.Pd., turut mengapresiasi keberhasilan tersebut.
“Ini bukan hanya prestasi personal, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi Prodi S2 PAI UNZAH. Semoga capaian ini menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif berkarya di kancah internasional.”
Partisipasi Muhammad Hafil Mangkudilaga dalam antologi puisi ini menegaskan peran UNZAH Genggong Probolinggo sebagai kampus pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama Islam, tetapi juga aktif dalam pengembangan seni, budaya, dan literasi global.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNZAH mampu melampaui batas akademik formal dan meneguhkan peran kampus dalam membentuk insan berkarakter, kreatif, serta berdaya saing internasional.

📍 Lokasi UNZAH Genggong:
Jl. Raya Panglima Sudirman No.360, Semampir, Kec. Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67282
📌 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UNZAH Genggong Probolinggo (Klik disini)
📲 Ikuti Media Sosial Resmi:
🌐 Website (Klik disini)
▶️ YouTube (Klik disini)
📸 Instagram (Klik disini)
📘 Facebook (Klik disini)
🎵 TikTok (Klik disini)
💬 Kaskus (Klik disini)
💼 LinkedIn (Klik disini)
