
Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong (UNZAH Genggong), Assoc. Prof. Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag., menekankan pentingnya pengembangan empat potensi utama bagi guru dan calon guru. Beliau menekankan bahwa setiap pendidik perlu mengembangkan IQ, EQ, SQ, dan kinestetik secara seimbang.
“Guru tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga perlu memiliki keseimbangan emosional, spiritual, dan keterampilan psikomotorik,” ujarnya.
Beliau menyampaikan hal itu saat membuka kuliah perdana mahasiswa Pascasarjana semester I tahun 2025–2026 . Acara ini berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Pascasarjana UNZAH.
Selain itu, kuliah ini menjadi bagian dari program penguatan kompetensi awal mahasiswa baru. Tim pengajar merancang program ini agar mahasiswa siap sejak awal. Sebanyak 77 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, lalu mereka terbagi menjadi kelas A dan B. Suasana belajar tampak aktif dan penuh antusiasme, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung. Para mahasiswa mengikuti materi dengan serius dan penuh perhatian. Bahkan, beberapa mahasiswa mencatat poin penting yang mereka anggap sangat relevan.
🧠 UNZAH Genggong Dorong Penguatan Empat Kecerdasan
Dalam penjelasannya, Rektor menyebut bahwa kecerdasan intelektual (IQ) merupakan kemampuan menalar dan memahami konsep secara logis. Kemampuan ini bersifat bawaan, namun setiap orang tetap dapat mengembangkannya.
Oleh karena itu, setiap guru perlu melatih kemampuan intelektualnya melalui membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis. Pembiasaan tersebut sangat membantu dalam membentuk pemikiran sistematis.
Selanjutnya, kecerdasan emosional (EQ) merupakan kecerdasan dalam memahami dan mengelola emosi. Guru yang memiliki EQ yang baik cenderung lebih peka terhadap kondisi siswa. Dengan begitu, suasana kelas menjadi lebih kondusif dan menyenangkan. Selain itu, pengalaman hidup juga memberikan pembelajaran emosional yang berharga.
Kemudian, kecerdasan spiritual (SQ) menunjukkan bagaimana seseorang mendekatkan diri kepada Tuhan. SQ menjadi landasan moral dan etika dalam proses pendidikan. Seorang guru dengan SQ yang kuat akan mengajarkan nilai kebaikan melalui keteladanan. Ia tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter siswa.
Sikap istiqamah dalam beribadah menunjukkan kedalaman spiritual seorang guru. Hal ini menjadi penting karena pendidikan tidak hanya soal ilmu, melainkan juga pembentukan jiwa. Di sisi lain, kecerdasan kinestetik mendorong seseorang menggunakan tubuh untuk mengekspresikan ide. Guru harus kreatif dalam menggunakan gerakan sebagai bagian dari metode mengajar.
Guru sering menganggap pembelajaran berbasis gerak lebih efektif, terutama bagi anak-anak usia dini. Gerakan membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret dan menyenangkan.
Rektor juga menambahkan bahwa guru yang memiliki empat kecerdasan ini akan menjadi sosok yang utuh. Ia mampu menginspirasi, membimbing, dan mendidik dengan pendekatan yang menyeluruh.
📌 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru:
🔗 https://lynk.id/pmbunzah2025
📲 Ikuti Sosial Media Kami:
🌐 Website: unzahgenggong.ac.id
▶️ YouTube: UNZAH GENGGONG
📸 Instagram: UNZAH GENGGONG
📘 Facebook: Unzah Genggong
🎵 TikTok: UNZAH GENGGONG
💬 Kaskus: UNZAH GENGGONG
💼 LinkedIn: UNZAH GENGGONG
