Gambar saat ini: UNZAH Genggong menggelar workshop penulisan artikel jurnal bereputasi internasional

Pascasarjana UNZAH Genggong Dorong Publikasi Bereputasi Internasional

Probolinggo, 19 September 2026 UNZAH Genggong melalui Program Pascasarjana menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional dengan tema “Strategi Menulis, Publikasi, dan Menembus Jurnal Bereputasi Internasional.” Kegiatan ini mendorong dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas riset serta publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional.

Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi Pascasarjana UNZAH dalam memperkuat budaya akademik dan produktivitas riset. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami proses penulisan artikel ilmiah hingga strategi publikasi pada jurnal bereputasi internasional.

Tiga program studi Pascasarjana UNZAH berkolaborasi dalam kegiatan tersebut, yaitu Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI), Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI), dan Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI).

Rektor UNZAH: Publikasi Menjadi Wajah Akademik Perguruan Tinggi

Workshop menghadirkan Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz, B.A., M.Ag., sebagai salah satu pemateri.

Dalam pemaparannya, Rektor menekankan pentingnya menjadikan riset dan publikasi sebagai bagian dari budaya akademik perguruan tinggi.

“Publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan wajah intelektual perguruan tinggi. Melalui karya ilmiah yang berkualitas, kontribusi akademik UNZAH dapat dibaca, dikaji, dan diakui oleh masyarakat ilmiah yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz.

Ia juga mendorong dosen dan mahasiswa Pascasarjana untuk tidak berhenti pada penyelesaian tugas akademik. Menurutnya, peneliti perlu terus meningkatkan kualitas penelitian agar hasilnya dapat masuk ke jurnal bereputasi.

Penguatan budaya riset dan publikasi, lanjutnya, dapat memperluas kontribusi akademik perguruan tinggi sekaligus membuka peluang rekognisi pada tingkat nasional dan internasional.

Prof. Dr. Ahmad Fauzi Tekankan Kebaruan dan Argumentasi Ilmiah

Wakil Direktur Pascasarjana UNZAH, Prof. Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd., memberikan materi mengenai strategi menulis artikel ilmiah yang sistematis dan sesuai dengan standar publikasi jurnal bereputasi.

Ia menjelaskan bahwa artikel berkualitas membutuhkan persoalan penelitian yang jelas, kajian literatur yang kuat, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kebaruan penelitian yang teridentifikasi.

“Artikel yang ingin masuk ke jurnal bereputasi tidak cukup hanya memiliki data. Penulis harus mampu menunjukkan apa masalah ilmiahnya, di mana letak gap penelitian, apa novelty yang ditawarkan, serta kontribusi apa yang diberikan bagi perkembangan keilmuan,” jelas Prof. Dr. Ahmad Fauzi.

Ia menambahkan bahwa penulis perlu menjaga konsistensi antara rumusan masalah, metodologi, hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan.

Karena itu, mahasiswa Pascasarjana perlu mengembangkan keterampilan menulis secara sistematis. Penulis juga perlu memperhatikan kualitas argumentasi akademik, bukan sekadar menyelesaikan sebuah artikel.

Direktur Pascasarjana Dorong Budaya Menulis

Direktur Pascasarjana UNZAH, Dr. H. Imam Bukhori, S.Hum., M.Pd., menegaskan pentingnya budaya menulis dan publikasi dalam membentuk identitas akademik mahasiswa Pascasarjana.

Menurutnya, mahasiswa magister perlu memahami teori sekaligus mampu menghasilkan pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah.

“Mahasiswa Pascasarjana harus memiliki tradisi membaca, meneliti, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah. Budaya akademik seperti inilah yang harus terus kita bangun agar Pascasarjana UNZAH semakin produktif dan memiliki daya saing akademik yang kuat,” tegas Dr. H. Imam Bukhori.

Ia juga menjelaskan bahwa publikasi ilmiah membutuhkan ekosistem akademik yang mendukung. Pimpinan, dosen, program studi, dan mahasiswa perlu membangun sinergi untuk meningkatkan produktivitas riset dan publikasi.

Workshop ini menjadi salah satu upaya Pascasarjana UNZAH untuk memperkuat ekosistem tersebut.

S2 PAI Bahas Strategi Riset hingga Submission

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI), Dr. Ainur Rofiq Sofa, M.Pd., turut menjadi pemateri dalam workshop.

Ia membahas strategi praktis untuk mempersiapkan artikel sebelum penulis melakukan submission ke jurnal bereputasi internasional. Materinya mencakup pemetaan topik penelitian, identifikasi research gap, penentuan novelty, penguatan kajian literatur, pemilihan jurnal berdasarkan scope, penyesuaian template, penggunaan referensi mutakhir, proses submission, hingga strategi merespons komentar reviewer.

“Menulis artikel untuk jurnal bereputasi harus dimulai sejak tahap perencanaan penelitian. Penulis perlu mengetahui jurnal tujuan, memahami scope-nya, membaca artikel-artikel yang telah diterbitkan, kemudian menyusun riset yang memiliki novelty dan kontribusi yang jelas,” ujar Dr. Ainur Rofiq Sofa.

Ia juga mendorong mahasiswa mengubah cara pandang terhadap publikasi ilmiah. Hasil penelitian tesis, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah sehingga gagasan dan temuan penelitian dapat menjangkau komunitas akademik yang lebih luas.

“Tesis seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan. Hasil penelitian perlu diolah menjadi artikel ilmiah agar gagasan, temuan, dan kontribusinya dapat dibaca serta memberi manfaat bagi komunitas akademik yang lebih luas,” tambahnya.

Selain kemampuan menulis, peserta juga perlu memahami strategi memilih jurnal. Penulis harus memastikan kesesuaian tema dengan focus and scope, mengikuti author guidelines, menggunakan template yang tepat, serta memahami reputasi dan indeksasi jurnal yang menjadi target publikasi.

Pascasarjana UNZAH Genggong Bangun Ekosistem Publikasi

Workshop Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional memberikan pemahaman mengenai proses publikasi secara menyeluruh. Peserta mempelajari tahapan mulai dari menemukan isu penelitian, membangun research gap, menentukan novelty, memilih metodologi, menyusun artikel, menentukan target jurnal, melakukan submission, menghadapi peer review, hingga melakukan revisi berdasarkan masukan reviewer.

Kolaborasi S2 PAI, S2 HKI, dan S2 MPI menjadi bagian dari upaya Pascasarjana UNZAH untuk memperkuat budaya ilmiah lintas program studi. Kolaborasi tersebut juga mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta meningkatkan partisipasi dalam publikasi jurnal nasional terakreditasi dan jurnal bereputasi internasional.

Pascasarjana UNZAH terus mendorong agar aktivitas riset, penulisan, dan publikasi tidak berhenti pada kegiatan workshop. Ketiga aktivitas tersebut perlu berkembang menjadi budaya akademik yang berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui penguatan budaya riset dan publikasi, UNZAH Genggong terus mengembangkan kualitas pendidikan dan penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik pada tingkat nasional dan internasional.

PASCASARJANA UNZAH
Membangun Budaya Riset, Meningkatkan Kualitas Publikasi, Menuju Rekognisi Akademik Global.

📌 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UNZAH Genggong Probolinggo (Klik disini)

📲 Ikuti Media Sosial Resmi:
🌐 Website (Klik disini)
▶️ YouTube (Klik disini)
📸 Instagram (Klik disini)
📘 Facebook (Klik disini)
🎵 TikTok (Klik disini)
💼 LinkedIn (Klik disini)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top